Senin, 27 April 2009

DARI ST12 SAMPAI KESAN PERTAMA YANG ANEH

“Lho kok tempatnya sunyi sich ??? gak seperti biasanya. Gak ada motor yang penuh sesak di tempat parkirnya “ (pikirku ketika tiba di tempat tujuan)”.
Segera aku merogoh tas dan mencari alat yang untuk zaman ini, bisa dibilang menjadi kekasih untuk semua orang. Ya…apalagi kalau bukan handphone, or mobile phone atau bahasa Indonesianya HAPE. Ku pencet segera nomor yang ku tuju, “Halo…”, iya elo dah dimana, aku dah nyampe ?” seketika si Nyit-nyit malah balik nanya “ loh kamunya dimana ?? kamu ini ngasih info kok gitu, sengaja apa mau ngerjain aku? Tega banget….tahu gak, lokasi yang kamu bilang itu salah,lembaga itu udah gak disitu lagi. Penjaga warung bilang kantor lembaga itu udah pindah”.
“ lho aku kan gak tahu kalo udah pindah, skarang kamu dimana ?? “ tanyaku sekali lagi
“aku sekarang ada di depan lorong jalan perkebunan, udah buruan kamu ke sini “.
Dengan berjalan kaki di trotoar sambil nengok kiri kanan mencari keberadaan nyit2. “Malah hujan lagi, sial banget sih malam ini” (gumamku dalam hati).
Uh.. akhirnya ketemu juga ma nyit2, pas muka kita berhadapan.. “hahahahahahh..hahahaha, bego banget sih kita” kataku. Setelah puas menertawai kebodohan diri sendiri karena gak nyari info yang jelas sebelumnya (ya maklum aja ST12), tanpa pikir panjang, kita berdua kembali mencari kantor lembaga itu dengan bantuan petunjuk dari si penjaga warung. Setelah menyesuri sepanjang jalan gubaw akhirnya ketemu juga lokasinya.
Sesaat setelah menyelesaikan semua administrasi, akhirnya miss resepsionis mengantar ke sebuah ruangan yang letaknya di lantai 3 (benar-benar ni malam).
“tok..tok…tok, maaf pak mengganggu, ini ada tambahan peserta “ kata miss resepsionis kepada seorang bapak, yang ternyata adalah pengajar di tempat itu.
Pak ali (nama pengajar itu) segera melanjutkan materinya, setelah aku dan nyit-nyit duduk. Satu-satunya hal yang aku syukuri malam itu adalah tempat duduk kita terpisah, ya..gak berdekatan gitu. Karena sudah bisa aku tebak, kekacauan apa yang akan muncul jika aku dan nyit2 duduknya berdekatan pula.
Sementara pak Ali terus menjelaskan materinya, aku masih tetap ingin ketawa, memikirkan kebodohan plus kesialan aku dan nyit2 malam ini. Tapi karena takut pak Ali tersinggung, terpaksa deh gigit lidah biar ketawanya gak jadi (hehehe).
Di dalam ruangan ini aku merasa jadi gak enak ma anak-anak yang lain. Secara kita berdua udah datang terlambat ditambah pula dengan gaya bicara Nyit2, yang menurut gue sih biasa aja gitu loh, TAPI buat mereka yang ada di ruangan itu termasuk pak Ali, itu GAK BIASA hehhehehe…..
Itulah Nyit2 orangnya emang seperti itu, gaya bicaranya, pas banget sebagai public relation atau enggak customer service. Untuk orang yang baru kenal dan dengar cara ngomongnya, pasti mereka akan berpikir kalau Nyit2 ini bukan asli Makassar, atau asli Makassar tapi sok …????hehehe (sorry say…).
Mungkin Pak Ali dihinggapi rasa penasaran, maka keluarlah kalimat ini dari mulutnya “ ibu asli dari daerah mana ???” (busheeet… dech belum ibu kale pak, masih dalam perjuangan untuk bisa menjadi ibu-ibu, hehehe).
Secepat kilat, dan tanpa rasa malu atau beban apapun Nyit2 menjawab “ saya asli Makassar Pak”.
Tersirat secara spontanitas, raut muka pa Ali seakan ingin ketawa “ kalau begitu asal kita sama hehehe” timpal pak Ali. Mungkin dalam pikiran pak Ali, kok cara ngomongnya seperti itu yah…hehehehhehe.
Materi berjalan dengan baik, dengan sesekali diselingi kalimat-kalimat nyelutuk dari Nyit2 dengan gaya bahasa yang biasa saja tapi tidak biasa. Contohnya seperti ini, ketika pak Ali kembali bertanya ke Nyit2, “ibu tinggal di mana?” (Aduh pak Ali doyan banget sih nyebut ibu, kelebihan vitamin ibu kali yach ???).
“Saya tinggal di Bondur Pak”
“Aduh rumah kamu lebih jauh lagi dari saya. Saya tinggalnya di antang” jawab pak Ali.
Dengan gaya bahasa khasnya Nyit2 nyelutuk lagi “ saking cintanya gitu Pak, saya dengan lembaga pendidikan ini, jadi walaupun jauh gak masalah”. Wuuuihhhh spontan lagi seisi ruangan pada ketawa. Mungkin dalam pikiran mereka, gila ini orang punya keahlian bisa ngangkat kita ampe langit ke tujuh alias gede kepala. Atau malahan disangkanya manusia aneh dari luar angkasa, meskipun perawakannya lebih cantik dari alien (uuuuppppssssss saya gak bohong loh, sumpah ……) hehehehehe.
Tanpa terasa akhirnya materi hari itu selesai juga. Satu hal yang aku yakini, hari pertama ini memberikan kesan yang tidak biasa kepada orang-orang yang ada di dalam ruangan itu. Kesan tidak biasa yang cenderung kearah negatif, tapi mudah-mudahan saja seiring berjalannya waktu bisa berubah ke arah yang positif. Dengan semakin mengenal kita berdua (cieeee illleeeehhhh…), bisa membuktikan bahwa kita berdua tidak seaneh yang kalian pikirkan.
For Nyit2 jangan marah jenk ya…
Just kidding aja kok…
Always be your self

0 komentar: